Menu

Mode Gelap
Ponsel Lipat Terbaru Samsung Akan Meluncur di Paris Tanggal 10 Juli, Siap-Siap Terkejut! Samsung, AI Canggih yang Paham Bahasa Indonesia Kita 4 HP Samsung Tak Dapat Update Keamanan, Masih Amankah Digunakan? Rasakan Pengalaman Teknologi Terbaru di Samsung Experience Lounge Pondok Indah Golf! Bongkar Rahasia Samsung Galaxy A55, Wajib Tahu Sebelum Beli! Kamera Canggih, Samsung Galaxy A35 5G Bikin Food Photography Makin Kece!

Blog · 9 Mei 2024 03:04 WIB · Waktu Baca

Waspada! Panas Tinggi pada Bayi Bisa Jadi Tanda Roseola

Waspada Bayi Tiba Tiba Panas Tinggi Tanda Terserang Roseola Perbesar


Waspada! Panas Tinggi pada Bayi Bisa Jadi Tanda Roseola

Ligaponsel.com – Waspada Bayi Tiba-tiba Panas Tinggi, Tanda Terserang Roseola

Roseola adalah penyakit umum yang biasanya menyerang bayi dan anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes human 6 (HHV-6) atau 7 (HHV-7). Gejala roseola yang paling umum adalah demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Demam ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari.

Selain demam, gejala roseola lainnya dapat meliputi:

  • Ruam merah muda atau merah
  • Batuk
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Mata merah
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rewel

Roseola biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari. Namun, pada beberapa kasus, roseola dapat menyebabkan komplikasi seperti kejang demam atau ensefalitis (radang otak). Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan bayi atau anak ke dokter jika mengalami demam tinggi yang disertai dengan gejala roseola lainnya.

Pengobatan roseola biasanya hanya bersifat suportif, seperti pemberian obat penurun demam dan cairan yang cukup. Tidak ada obat antivirus yang spesifik untuk mengobati roseola. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan roseola, antara lain:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang terkontaminasi

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat membantu melindungi bayi atau anak Anda dari roseola.

Waspada Bayi Tiba-tiba Panas Tinggi, Tanda Terserang Roseola

Jangan anggap sepele jika bayi tiba-tiba panas tinggi, bisa jadi tanda terserang roseola. Yuk, kenali 5 aspek penting terkait roseola pada bayi:

  1. Penyebab: Virus herpes human 6 atau 7
  2. Gejala: Demam tinggi, ruam, batuk, pilek
  3. Penularan: Kontak dengan penderita
  4. Pengobatan: Suportif (penurun demam, cairan cukup)
  5. Pencegahan: Cuci tangan, hindari kontak penderita

Kelima aspek ini saling terkait dan penting untuk dipahami agar orang tua dapat mewaspadai, mengenali, dan mengambil langkah tepat jika bayi mengalami roseola. Dengan mengetahui penyebabnya, gejala yang muncul, cara penularannya, serta langkah pengobatan dan pencegahan, orang tua dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan bayi mereka.

Penyebab

Tahukah kamu, kalau bayi tiba-tiba panas tinggi, bisa jadi pertanda ada virus nakal yang menyerang, namanya virus herpes human 6 atau 7! Virus ini suka banget bikin bayi demam tinggi, bisa sampai 40 derajat Celcius atau lebih. Ngeri ya!

Jadi, kalau bayi tiba-tiba demam tinggi, jangan panik dulu. Coba ingat-ingat, apakah bayi pernah kontak dengan orang yang sedang sakit? Bisa jadi, virus ini “nebeng” dari orang yang sakit itu.

Gejala

Bayi tiba-tiba panas tinggi? Waspada, bisa jadi tanda terserang roseola! Penyakit ini memang sering menyerang bayi dan anak-anak. Gejalanya, selain demam tinggi, juga bisa berupa ruam merah muda atau merah, batuk, dan pilek. Si kecil jadi rewel dan nggak nyaman banget deh.

Tapi tenang, biasanya roseola nggak berbahaya dan akan sembuh sendiri dalam waktu 7-10 hari. Tetap, penting untuk selalu memantau kondisi bayi dan segera membawanya ke dokter jika demamnya tinggi banget atau nggak kunjung reda.

Penularan

Tahukah kamu, roseola itu bisa “nebeng” dari orang yang sakit lho! Kalau bayi tiba-tiba panas tinggi, coba ingat-ingat, apakah dia pernah kontak sama orang yang lagi sakit? Soalnya, virus penyebab roseola itu suka banget nular lewat kontak langsung.

Jadi, kalau ada orang di sekitar bayi yang lagi sakit, usahakan buat jaga jarak dulu ya. Jangan sampai si kecil tertular virus nakal ini.

Pengobatan

Kalau bayi terkena roseola, pengobatannya biasanya nggak pakai obat-obatan khusus. Dokter biasanya akan kasih obat penurun demam dan suruh banyak minum cairan. Ini penting banget buat bikin bayi nyaman dan bantu tubuhnya lawan virus.

Jadi, kalau bayi tiba-tiba panas tinggi, jangan panik. Kompres pakai air hangat, kasih obat penurun demam, dan pastikan dia banyak minum. Biasanya, dalam 7-10 hari, roseola akan sembuh sendiri.

Pencegahan

Preventing roseola is as easy as 1-2-3! Pertama, rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Kedua, kalau ada orang di sekitar bayi yang lagi sakit, usahakan buat jaga jarak dulu. Ketiga, kalau ada benda atau permukaan yang terkontaminasi virus, segera bersihkan dan disinfeksi.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, kamu bisa bantu melindungi bayi dari virus nakal penyebab roseola. So, jangan malas cuci tangan dan jaga kebersihan ya, demi kesehatan si kecil!

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

5 Rahasia Alami, Komedo Langsung Minggir!

21 Mei 2024 - 15:14 WIB

5 Bahan Alami Yang Bisa Dicoba Untuk Atasi Komedo

Mitos atau Fakta: Simpan Struk ATM Sebabkan Kanker?

21 Mei 2024 - 14:21 WIB

Simpan Struk Atm Bisa Bikin Orang Kena Kanker

Deteksi Penyakit Tanpa Kamera? Tes Skrining 9-in-1 yang Menakjubkan!

21 Mei 2024 - 13:15 WIB

Bukan Dengan Kamera Biasa Tes Skrining Ini Dapat Mendeteksi 9 Penyakit

Ciri-ciri Narsistik: Tidak Terima Kritik, Tanda Gangguan Kepribadian?

21 Mei 2024 - 12:13 WIB

Enggak Mau Dengar Kritik Ciri Gangguan Kepribadian Narsistik

USG 3D vs 4D: Mana yang Tepat untuk Anda? Temukan Rahasianya di Sini!

21 Mei 2024 - 10:17 WIB

Ibu Hamil Pilih Usg 3d Atau Usg 4d

Rahasia Dibalik Foto Rontgen: Penyelamat Kesehatan yang Wajib Diketahui

21 Mei 2024 - 09:46 WIB

Mengenal Foto Rontgen Pemeriksaan Sinar X Untuk Diagnosis Penyakit
Trending di Blog