Menu

Mode Gelap
Ponsel Lipat Terbaru Samsung Akan Meluncur di Paris Tanggal 10 Juli, Siap-Siap Terkejut! Samsung, AI Canggih yang Paham Bahasa Indonesia Kita 4 HP Samsung Tak Dapat Update Keamanan, Masih Amankah Digunakan? Rasakan Pengalaman Teknologi Terbaru di Samsung Experience Lounge Pondok Indah Golf! Bongkar Rahasia Samsung Galaxy A55, Wajib Tahu Sebelum Beli! Kamera Canggih, Samsung Galaxy A35 5G Bikin Food Photography Makin Kece!

Headline · 17 Mei 2024 00:47 WIB · Waktu Baca

Peran Pers Diperkuat, DPR: Kami Tidak Akan Mengecilkan!

Ketua Komisi I DPR: Tak Ada Niat Kami Kecilkan Peran Pers Perbesar


Peran Pers Diperkuat, DPR: Kami Tidak Akan Mengecilkan!

Ligaponsel.com – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid memastikan bahwa pihaknya tidak berniat mengecilkan peran pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya menyusul adanya wacana revisi Undang-Undang Pers yang dikhawatirkan akan membatasi kebebasan pers.

Meutya menegaskan bahwa Komisi I DPR justru ingin memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi keempat.

“Kami tidak ada niat mengecilkan peran pers. Justru kami ingin memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi keempat,” kata Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2023).

Meutya menjelaskan, revisi UU Pers bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat saat ini.

“Revisi UU Pers ini bukan untuk membatasi kebebasan pers, tapi untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat saat ini,” ujarnya.

Meutya menambahkan, Komisi I DPR akan membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk organisasi pers, untuk membahas revisi UU Pers.

“Kami akan membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk organisasi pers, untuk membahas revisi UU Pers ini,” katanya.

Ketua Komisi I DPR

Ketua Komisi I DPR menegaskan tidak ada niat untuk mengecilkan peran pers. Justru, Komisi I DPR ingin memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi keempat.

Berikut 6 aspek penting terkait pernyataan tersebut:

  • Penguatan Pers
  • Penyesuaian Teknologi
  • Dinamika Masyarakat
  • Ruang Dialog
  • Keterlibatan Organisasi Pers
  • Relevansi dengan Demokrasi

Keenam aspek ini menunjukkan bahwa Komisi I DPR tidak bermaksud membatasi kebebasan pers, melainkan ingin memperkuat pers agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal di era digital dan dinamika masyarakat yang terus berubah. Keterlibatan organisasi pers dalam pembahasan revisi UU Pers juga memastikan bahwa suara pers akan didengar dan diakomodasi.

Penguatan Pers

Komisi I DPR menegaskan bahwa revisi UU Pers bertujuan untuk memperkuat peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Dengan perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat yang terus berubah, revisi UU Pers diperlukan untuk menyesuaikan peran pers agar tetap relevan dan efektif dalam menjalankan tugasnya.

Penyesuaian Teknologi

Revisi UU Pers juga dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Dengan kemajuan teknologi, lanskap media telah berubah secara signifikan. Pers tidak lagi hanya berurusan dengan media cetak dan penyiaran, tetapi juga dengan platform digital dan media sosial.

Revisi UU Pers perlu mengakomodasi perkembangan teknologi ini agar pers dapat terus menjalankan tugasnya secara efektif di era digital.

Dinamika Masyarakat

Selain perkembangan teknologi, revisi UU Pers juga perlu menyesuaikan dengan dinamika masyarakat yang terus berubah.

Pers harus dapat merespons kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dan kritis. Pers juga harus dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, serta menjadi wadah aspirasi masyarakat.

Revisi UU Pers harus memastikan bahwa pers dapat terus menjalankan peran pentingnya dalam masyarakat yang demokratis.

Ruang Dialog

Komisi I DPR membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk organisasi pers, untuk membahas revisi UU Pers.

Langkah ini menunjukkan bahwa DPR menghargai masukan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan, termasuk pers, dalam menyusun revisi UU Pers.

Dengan melibatkan organisasi pers dalam pembahasan, DPR memastikan bahwa revisi UU Pers akan mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan pers.

Keterlibatan Organisasi Pers

Keterlibatan organisasi pers dalam pembahasan revisi UU Pers sangatlah penting. Organisasi pers mewakili aspirasi dan kepentingan pers, sehingga masukan mereka sangat dibutuhkan dalam penyusunan revisi UU Pers.

Dengan melibatkan organisasi pers, DPR memastikan bahwa revisi UU Pers akan sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan pers di Indonesia. Selain itu, keterlibatan organisasi pers juga menunjukkan bahwa DPR menghargai kebebasan pers dan ingin menciptakan iklim yang kondusif bagi pers untuk menjalankan tugasnya.

Relevansi dengan Demokrasi

Pers merupakan pilar keempat demokrasi yang berperan penting dalam mengawal jalannya pemerintahan dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Revisi UU Pers yang tengah digodok DPR bertujuan untuk memperkuat peran pers dalam menjalankan tugasnya tersebut.

Dengan melibatkan organisasi pers dalam pembahasan revisi UU Pers, DPR memastikan bahwa revisi yang dihasilkan akan sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan pers di Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga iklim kebebasan pers yang kondusif, sehingga pers dapat terus menjalankan tugasnya sebagai pilar demokrasi keempat.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Awas, Salah Pakai Lem Bulu Mata Bisa Bikin Kena Virus!

21 Mei 2024 - 16:17 WIB

Salah Lem Bulu Mata Bisa Bikin Kena Virus Penyebab Blefaritis

Fakta Anemia Zat Besi dan Folat, Bikin Lemas dan Pucat!

21 Mei 2024 - 15:34 WIB

3 Fakta Tentang Anemia Defisiensi Zat Besi Dan Folat

Sembelit Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya, Jangan Diabaikan!

21 Mei 2024 - 14:10 WIB

Sering Diabaikan Sembelit Bisa Jadi Pertanda Gonore

7 Rahasia Batu Empedu yang Tak Terkuak, Simak Penjelasannya!

21 Mei 2024 - 12:57 WIB

7 Gejala Batu Empedu Yang Diabaikan

Tanda Radang Amandel yang Wajib Diwaspadai, Jangan Disepelekan!

21 Mei 2024 - 12:14 WIB

Inilah Tanda Radang Amandel Perlu Dikhawatirkan

Terungkap! Rahasia Membedakan Rhinitis Alergi dan Non Alergi

21 Mei 2024 - 11:05 WIB

Jangan Salah Ini Bedanya Rhinitis Alergi Dan Rhinitis Non Alergi
Trending di Headline