Menu

Mode Gelap
Samsung A35 5G Resmi Meluncur, Simak Harga dan Spesifikasi Gaharnya! Panduan Lengkap Setting Kamera Samsung S24 Ultra buat Rekam Konser Bruno Mars di Thailand Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 6: Tipis, Kamera 200 MP, Bakal Hajar Pesaing! Ponsel Lipat Terbaru Samsung Akan Meluncur di Paris Tanggal 10 Juli, Siap-Siap Terkejut! Samsung, AI Canggih yang Paham Bahasa Indonesia Kita 4 HP Samsung Tak Dapat Update Keamanan, Masih Amankah Digunakan?

Terkini · 17 Mei 2024 02:54 WIB · Waktu Baca

Harga Emas Meroket Dekati $2.400, Simak Penjelasannya

Harga Emas Dekati .400 karena Data CPI Membuat Penurunan Suku Bunga Fed Jadi Fokus Perbesar

Harga Emas Meroket Dekati $2.400, Simak Penjelasannya

Ligaponsel.com – Harga Emas Dekati $2.400 karena Data CPI Membuat Penurunan Suku Bunga Fed Jadi Fokus

Harga emas mendekati level tertinggi delapan bulan pada hari Selasa (14/2) karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Indeks harga konsumen (CPI) naik 0,5% pada bulan Januari, lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan biaya perumahan, makanan, dan transportasi. Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,4%, juga lebih tinggi dari perkiraan 0,3%.

Data CPI yang lebih tinggi memicu kekhawatiran bahwa Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini membuat dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya, yang pada gilirannya membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Analis mengatakan bahwa pasar sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga tiga kali lagi tahun ini, bukan dua kali seperti yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini membuat harga emas tetap tinggi karena investor mencari aset safe-haven.

Emas saat ini diperdagangkan pada sekitar $1.870 per ounce, mendekati level tertinggi delapan bulan di $1.900 yang dicapai pada bulan Juni tahun lalu. Jika inflasi terus tinggi dan Fed menaikkan suku bunga lebih lanjut, harga emas kemungkinan akan terus naik.

Harga Emas Dekati $2.400 karena Data CPI Membuat Penurunan Suku Bunga Fed Jadi Fokus

Harga emas terus naik karena beberapa faktor utama:

  • Inflasi tinggi: Data CPI menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, meningkatkan ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.
  • Dolar AS kuat: Dolar AS menguat terhadap mata uang lain, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
  • Permintaan safe-haven: Emas dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga permintaan meningkat ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.
  • Suku bunga lebih tinggi: Suku bunga yang lebih tinggi membuat investasi emas lebih menarik karena menawarkan pengembalian yang lebih tinggi.
  • Kekhawatiran resesi: Kekhawatiran akan resesi juga meningkatkan permintaan emas sebagai penyimpan nilai.

Kesimpulan:

Kombinasi dari faktor-faktor ini telah mendorong harga emas mendekati level tertinggi delapan bulan. Jika inflasi terus tinggi dan Fed menaikkan suku bunga lebih lanjut, harga emas kemungkinan akan terus naik. Emas tetap menjadi aset penting bagi investor yang mencari perlindungan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Inflasi tinggi: Data CPI menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, meningkatkan ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Dolar AS kuat: Dolar AS menguat terhadap mata uang lain, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Permintaan safe-haven: Emas dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga permintaan meningkat ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Suku bunga lebih tinggi: Suku bunga yang lebih tinggi membuat investasi emas lebih menarik karena menawarkan pengembalian yang lebih tinggi.

Kekhawatiran resesi: Kekhawatiran akan resesi juga meningkatkan permintaan emas sebagai penyimpan nilai.

Dolar AS kuat

Harga emas terus naik karena beberapa faktor utama:

  • Inflasi tinggi: Data CPI menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, meningkatkan ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.
  • Dolar AS kuat: Dolar AS menguat terhadap mata uang lain, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
  • Permintaan safe-haven: Emas dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga permintaan meningkat ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.
  • Suku bunga lebih tinggi: Suku bunga yang lebih tinggi membuat investasi emas lebih menarik karena menawarkan pengembalian yang lebih tinggi.
  • Kekhawatiran resesi: Kekhawatiran akan resesi juga meningkatkan permintaan emas sebagai penyimpan nilai.

Kombinasi dari faktor-faktor ini telah mendorong harga emas mendekati level tertinggi delapan bulan. Jika inflasi terus tinggi dan Fed menaikkan suku bunga lebih lanjut, harga emas kemungkinan akan terus naik. Emas tetap menjadi aset penting bagi investor yang mencari perlindungan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Permintaan safe-haven

Harga emas naik karena banyak orang mencari aset yang aman untuk menyimpan uang mereka. Emas dianggap sebagai aset safe-haven karena nilainya cenderung naik ketika ekonomi sedang lesu. Ketika orang khawatir tentang masa depan ekonomi, mereka sering membeli emas sebagai cara untuk melindungi kekayaan mereka.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakpastian ekonomi, seperti perang, bencana alam, dan perubahan kebijakan pemerintah. Ketika ketidakpastian meningkat, orang cenderung menjual investasi yang berisiko, seperti saham, dan membeli investasi yang lebih aman, seperti emas.

Emas juga dianggap sebagai penyimpan nilai. Artinya, emas cenderung mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu. Hal ini karena emas adalah logam mulia yang langka dan tidak dapat diciptakan begitu saja. Ketika terjadi inflasi, nilai mata uang bisa turun, namun nilai emas cenderung tetap sama.

Oleh karena itu, permintaan emas meningkat ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Emas dianggap sebagai aset safe-haven dan penyimpan nilai, sehingga orang membelinya untuk melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Suku bunga lebih tinggi

Harga emas terus naik karena beberapa alasan. Salah satunya adalah suku bunga yang lebih tinggi. Ketika suku bunga naik, investasi emas menjadi lebih menarik karena menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Hal ini karena emas membayar bunga, tidak seperti mata uang tradisional.

Ketika suku bunga naik, orang cenderung menarik uang mereka dari rekening tabungan dan investasi berisiko dan memasukkannya ke dalam emas. Hal ini karena emas menawarkan pengembalian yang lebih tinggi dan lebih aman daripada investasi lainnya.

Selain itu, suku bunga yang lebih tinggi juga membuat dolar AS lebih kuat. Hal ini karena investor asing cenderung membeli dolar AS ketika suku bunga tinggi, yang pada gilirannya membuat emas lebih mahal bagi investor asing.

Jadi, suku bunga yang lebih tinggi adalah salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas.

Kekhawatiran resesi

Harga emas naik karena banyak orang mencari aset yang aman untuk menyimpan uang mereka. Emas dianggap sebagai aset safe-haven karena nilainya cenderung naik ketika ekonomi sedang lesu. Ketika orang khawatir tentang masa depan ekonomi, mereka sering membeli emas sebagai cara untuk melindungi kekayaan mereka.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakpastian ekonomi, seperti perang, bencana alam, dan perubahan kebijakan pemerintah. Ketika ketidakpastian meningkat, orang cenderung menjual investasi yang berisiko, seperti saham, dan membeli investasi yang lebih aman, seperti emas.

Emas juga dianggap sebagai penyimpan nilai. Artinya, emas cenderung mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu. Hal ini karena emas adalah logam mulia yang langka dan tidak dapat diciptakan begitu saja. Ketika terjadi inflasi, nilai mata uang bisa turun, namun nilai emas cenderung tetap sama.

Oleh karena itu, permintaan emas meningkat ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Emas dianggap sebagai aset safe-haven dan penyimpan nilai, sehingga orang membelinya untuk melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Terungkap! Penyakit Katup Jantung Lebih Mengincar Wanita

24 Mei 2024 - 15:19 WIB

Penyakit Katup Jantung Lebih Sering Dialami Wanita Dibanding Pria

Benjolan di Leher Bukan Selalu Tumor, Intip Penjelasannya!

24 Mei 2024 - 13:54 WIB

Benjolan Di Leher Belum Tentu Tumor Bisa Jadi Gondok

Stop Nyeri Tumit! Rahasia Mengejutkan di Balik Berat Badan Berlebih

24 Mei 2024 - 13:15 WIB

Berat Badan Berlebih Bisa Sebabkan Plantar Fasciitis

Temukan Rahasia Sembuhkan Meniere yang Sebabkan Tuli Permanen!

24 Mei 2024 - 12:05 WIB

Tindakan Medis Untuk Meniere Yang Sebabkan Hilang Pendengaran

Prediabetes di Usia Muda: Waspadai dan Atasi Sebelum Terlambat

24 Mei 2024 - 10:26 WIB

Masih Muda Sudah Prediabetes Harus Apa

Waspada! Kenali Gejala Gangguan Jantung yang Sering Diabaikan

24 Mei 2024 - 09:44 WIB

Kenali Tanda Tanda Gangguan Katup Jantung Yang Jangan Diabaikan
Trending di Terkini